Dulu saat masih duduk di bangku SMP, saya punya tekad dan
minat untuk melanjutkan sekolah ini ke jenjang yang lebih tinggi, sampai
sarjana. Cukup tinggi impian yang ingin saya gapai. Tapi setelah saya berada di
bangku SMK, setelah saya selesai melaksanakan PRAKERIN, semua impian itu saya
fikirkan kembali, saya tak mungkin bisa mencapai impian yang hanya sebatas
mimpi itu. Karna banyak faktor yang harus saya pertimbangkan, salah satunya
adalah keadaan ekonomi orang tua saya. Faktor ekonomi itulah yang menjadi
penghambat bagi saya untuk menggapai impian itu. Impian untuk melihat kota yang
bersejarah, kota yang sangat indah, kota yang mendapat sebutan sebagai kota
pelajar, kota yang menjadi tempat wisata para turis-turis dari luar negeri.
Tapi dari sekian banyak yang bercerita tentang istimewa nya kota tersebut,
hanya satu hal yang membuat saya tertarik untuk melangkahkan kaki kesana, yaitu
ingin menuntut ilmu. Tapi keinginan itu tidak akan terjadi pabila faktor diatas
menghambatnya. L
Karena faktor tersebut, terbesitlah di dalam hati ingin
berhenti satu tahun dulu setelah tamat dari SMK, ingin memanfaatkan waktu satu
tahun itu untuk bekerja dan mengumpulkan dana untuk belajar disana, karna saya
mempunyai tekad, yaitu ingin belajar di negeri orang dengan biaya sendiri tanpa
menyusahkan orang tua, karna saya pribadi juga sudah bisa merasakan susah
mencari sebutir nasi, ya walaupun saya tidak melakukannya, tapi saya mampu
merasakan apa yang dirasakan oleh orang tua saya. Yang harus bekerja di bawah
orang. Yang harus bangun pagi untuk melaksanakan tanggungjawab, demi
anak-anaknya yang ingin menuntut ilmu. Pakaian yang ia kenakan terpaksa basah
karena terkena embun pagi dan keringat yang bercucuran. Dan kadang kala kaki
yang cukup bersemangat untuk melangkah, tiba-tiba tersandung di antara belitan
rumput-rumput dan kadang terjebak dengan lumpur. Semua itu beliau lalui demi
masa depan anak-anaknya L
Tapi tiba di satu saat itu, ada seseorang yang bertanya
kepada saya “jadikah kamu menuntut ilmu di kota impianmu ???”. Dan saya
menjawab “insyaallah jadi, tapi mungkin untuk pergi kesana adalah tahun depan,
karena saya ingin bekerja dulu dan mengumpulkan dana”. Setelah itu ia berkata
“daripada kamu libur satu tahun untuk bekerja dan mengumpulkan dana untuk ke
kota itu, alangkah baiknya jika kamu
mencari tempat kuliah yang di dekat sana saja, kan kamu juga bisa sambil
bekerja, dan membatu orang tuamu. Aku mengatakan seperti ini kepadamu bukan
ingin mematahkan semagat mu, untuk belajar, justru aku memberi mu pilihan.
Karena dari sekian banyak kejadian yang aku lihat di luar sana, apabila ia
sudah bekerja dan ia sudah merasakan hasil kerja nya itu dengan keringat ia
sendiri, walaupun kadang kala hasilnya hanya seribu rupiah, tapi ia cukup bersyukur dan senang, karna ia
mendapatkan itu dari hasil keringatnya.aku berharap kamu bisa memikirkannya
baik-baik. Sejenak saya terdiam dan merenung kata-kata tersebut. Tapi jika
difikir-fikir walaupun kita harus berhenti satu tahun untuk mengumpulkan dana
kuliah itu setelah itu kita baru akan kuliah. Ia tak akan menjadi penghambat
bagi kita , sekarang semua nya terpulang kepada pribadi masing-masing... bukan
kah begitu para pembaca.. J
Dari cerita saya itu, saya bisa share tentang sesuatu,
“kadangkala orang tua yang menmpunyai keadaan ekomomi yang cukup stabil, malah
anak-anaknya tak punya niat untuk belajar. Kadangkala orang tua yang keadaan
ekonominya pas-pasan, malah anak-anaknya ingin mencapai mimpi yang besar.” Jadi
pesan saya walaupun keadaan ekonomi susah, jangan jadikan ia suatu beban untuk mengejar
impian kita, tapi kita jadikan lah ia sebagai motivasi kita untuk lebih maju,
bagaimana pun caranya ia pasti ada jalan keluarnya. Dan tanyakan juga kepada
dirimu sendiri setelah ini kamu ingin jadi apa, untuk membanggakan orang tua
mu..
Jadilah anak yang bisa mebuat orang tua mu bangga akan
dirinya sendiri. Bahwa ia telah berhasil mendidik anak-anak nya menjadi orang
yang berguna. Dan biarlah orang tua kita berteriak kepada seluruh dunia dan
berkata “AKU BANGGA PUNYA ANAK SEPERTIMU”
#Kalau ada yang gak nyambung, harap maklum karena saya masih
dalam tahap belajar... J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar