Rabu, 21 Januari 2015

SEBUAH BESITAN HATI

Dulu saat masih duduk di bangku SMP, saya punya tekad dan minat untuk melanjutkan sekolah ini ke jenjang yang lebih tinggi, sampai sarjana. Cukup tinggi impian yang ingin saya gapai. Tapi setelah saya berada di bangku SMK, setelah saya selesai melaksanakan PRAKERIN, semua impian itu saya fikirkan kembali, saya tak mungkin bisa mencapai impian yang hanya sebatas mimpi itu. Karna banyak faktor yang harus saya pertimbangkan, salah satunya adalah keadaan ekonomi orang tua saya. Faktor ekonomi itulah yang menjadi penghambat bagi saya untuk menggapai impian itu. Impian untuk melihat kota yang bersejarah, kota yang sangat indah, kota yang mendapat sebutan sebagai kota pelajar, kota yang menjadi tempat wisata para turis-turis dari luar negeri. Tapi dari sekian banyak yang bercerita tentang istimewa nya kota tersebut, hanya satu hal yang membuat saya tertarik untuk melangkahkan kaki kesana, yaitu ingin menuntut ilmu. Tapi keinginan itu tidak akan terjadi pabila faktor diatas menghambatnya. L
Karena faktor tersebut, terbesitlah di dalam hati ingin berhenti satu tahun dulu setelah tamat dari SMK, ingin memanfaatkan waktu satu tahun itu untuk bekerja dan mengumpulkan dana untuk belajar disana, karna saya mempunyai tekad, yaitu ingin belajar di negeri orang dengan biaya sendiri tanpa menyusahkan orang tua, karna saya pribadi juga sudah bisa merasakan susah mencari sebutir nasi, ya walaupun saya tidak melakukannya, tapi saya mampu merasakan apa yang dirasakan oleh orang tua saya. Yang harus bekerja di bawah orang. Yang harus bangun pagi untuk melaksanakan tanggungjawab, demi anak-anaknya yang ingin menuntut ilmu. Pakaian yang ia kenakan terpaksa basah karena terkena embun pagi dan keringat yang bercucuran. Dan kadang kala kaki yang cukup bersemangat untuk melangkah, tiba-tiba tersandung di antara belitan rumput-rumput dan kadang terjebak dengan lumpur. Semua itu beliau lalui demi masa depan anak-anaknya L
Tapi tiba di satu saat itu, ada seseorang yang bertanya kepada saya “jadikah kamu menuntut ilmu di kota impianmu ???”. Dan saya menjawab “insyaallah jadi, tapi mungkin untuk pergi kesana adalah tahun depan, karena saya ingin bekerja dulu dan mengumpulkan dana”. Setelah itu ia berkata “daripada kamu libur satu tahun untuk bekerja dan mengumpulkan dana untuk ke kota itu, alangkah baiknya jika kamu  mencari tempat kuliah yang di dekat sana saja, kan kamu juga bisa sambil bekerja, dan membatu orang tuamu. Aku mengatakan seperti ini kepadamu bukan ingin mematahkan semagat mu, untuk belajar, justru aku memberi mu pilihan. Karena dari sekian banyak kejadian yang aku lihat di luar sana, apabila ia sudah bekerja dan ia sudah merasakan hasil kerja nya itu dengan keringat ia sendiri, walaupun kadang kala hasilnya hanya seribu rupiah, tapi  ia cukup bersyukur dan senang, karna ia mendapatkan itu dari hasil keringatnya.aku berharap kamu bisa memikirkannya baik-baik. Sejenak saya terdiam dan merenung kata-kata tersebut. Tapi jika difikir-fikir walaupun kita harus berhenti satu tahun untuk mengumpulkan dana kuliah itu setelah itu kita baru akan kuliah. Ia tak akan menjadi penghambat bagi kita , sekarang semua nya terpulang kepada pribadi masing-masing... bukan kah begitu para pembaca.. J
Dari cerita saya itu, saya bisa share tentang sesuatu, “kadangkala orang tua yang menmpunyai keadaan ekomomi yang cukup stabil, malah anak-anaknya tak punya niat untuk belajar. Kadangkala orang tua yang keadaan ekonominya pas-pasan, malah anak-anaknya ingin mencapai mimpi yang besar.” Jadi pesan saya walaupun keadaan ekonomi susah, jangan jadikan ia suatu beban untuk mengejar impian kita, tapi kita jadikan lah ia sebagai motivasi kita untuk lebih maju, bagaimana pun caranya ia pasti ada jalan keluarnya. Dan tanyakan juga kepada dirimu sendiri setelah ini kamu ingin jadi apa, untuk membanggakan orang tua mu..
Jadilah anak yang bisa mebuat orang tua mu bangga akan dirinya sendiri. Bahwa ia telah berhasil mendidik anak-anak nya menjadi orang yang berguna. Dan biarlah orang tua kita berteriak kepada seluruh dunia dan berkata “AKU BANGGA PUNYA ANAK SEPERTIMU”

#Kalau ada yang gak nyambung, harap maklum karena saya masih dalam tahap belajar... J



Tidak ada komentar:

Posting Komentar